Selasa, 15 November 2016

Tugas Pengantar Teknologi Informasi ke-2

Tugas Pengantar Teknologi Informasi
Membandingkan 2 E-Services.
(Quipper dan Zenius)

Assalamu'alaikum W.W

Berjumpa lagi dengan gua disini, seperti biasa kali ini gua mau posting yang isinya tugas dari sang dosen, yaitu membandingkan 2 E-services. E-Services kan macamnya ada banyak, tapi gua lebih milih yang bermanfaat banget buat pendidikan di Indonesia, yah gua pilih di bidang E-Learning. Dan supaya tugasnya ini lebih afdol, gua review bimbel online sesuai yang pernah gua alamin, yah gua sebelumnya pernah pake Quipper dan Zenius. 

Dulu sih pas jaman sekolah, SMA lebih tepatnya, gua pake Quipper sebagai penunjang tambahan dalam belajar, isinya sih ada materi yang disampein lewat video, terlihat ada guru yang menjelaskan di papan tulis ya pokoknya enjoy banget dahh belajarnya, serasa ada di dalem kelas langsung wkwkwk...

Selain gua pake quipper, gua juga nyoba pake zenius. Pengalaman gua pake zenius sih yah saat mendekati UN dan dipake persiapan buat SBMPTN juga. Kalo zenius itu metode belajarnya serasa layar komputer lo dicoret-coret gitu deh wkwk engga engga kayak gitu kok, itu tuh video yang isinya materi yang dijelasin dengan cara corat-coret pake pen tablet (kayaknya gua gatau namanya) wkwk.

Oke-oke cukup deh yah basa-basinya, takutnya keburu basi duluan wkwk. 
Berikut perbandingan bimbel online di Quipper dan Zenius, cek this out !!! 




1.    Asal-usul kedua startup

  • -Quipper, Didirikan oleh Masayuki Watanabe di London pada Desember 2010, dan mulai masuk ke Indonesia sejak 2014. Bisa dibilang baru di Indonesia.
  • -Zenius, didirikan oleh Sabda P.S, dia itu alumni Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung yang membuat terobosan baru dengan membuat bimbingan belajar online, yang dinamakan Zenius. Berasal dari Indonesia dan didirikan sejak tahun 2008. Lumayan lama berdirinya, jadi gak heran kalo orang-orang lebih mengenal Zenius daripada Quipper.


2.    Diliat dari tampilan website

  • -Quipper : Tampilan websitenya terlihat menarik, dengan warna biru muda atau biru turkis yang menjadi ciri khasnya. Dan sesuai dengan target pasar mereka, yaitu anak-anak siswa sekolah yang mayoritasnya anak muda. Situs : http://quipper.com
  • -Zenius : Tampilan websitenya standar dengan warna dominan putih yang variasikan dengan warna hitam. Situs http://zenius.net

3.    Dilihat dari konten yang disajikan

  • -Quipper : Konten di Quipper masih terbatas yang tersedia hanya untuk siswa SMP dan SMA, karena mungkin mereka baru hadir di Indonesia sehingga  masih dalam tahap pengembangan, mungkin ke depannya sudah tersedia materi untuk semua jenjang. Materi pelajaran dan soal latihan disajikan secara gratis di Quipper School, yang berbayar hanya Quipper Video. Quipper Video merupakan produk dari Quipper yang menyajikan materi belajar menggunakan video online.
  • -Zenius : Dari segi konten sudah lengkap dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Sama dengan Quipper, Zenius juga mempunyai konten gratis dan berbayar, yang berbayar berupa konten video.


4.    Dilihat dari tampilan video

  • -Quipper : Videonya berupa tampilan seorang guru yang mengajar di depan kelas, sehingga suasana kelas terasa lebih hidup, layaknya kelas beneran. 
  •  -Zenius : Tampilan video saat mengajar berupa video penjelasan dengan menulis di papan digital, dengan audio yang sangat jelas. Penyampaian materi lebih mengedepankan pemahaman konsep.


5.    Dilihat dari popularitas

  • -Quipper mungkin lebih unggul dari segi popularitas meskipun Zenius lebih dulu lahir di Indonesia. Ini dikarenakan Quipper menerapkan strategi marketing yang sangat efektif karena mereka langsung memperkenalkan Quipper ke sekolah-sekolah dan mengajak guru untuk menggunakan Quipper dalam kegiatan belajar. Selain itu juga Quipper berani mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk kebutuhan promosi. Seperti ada beberapa iklan mereka yang muncul di TV dan iklan online mereka juga banyak yang muncul di google ads. Dan mereka sangat berani membayar bintang iklan untuk kebutuhan promosi. Seperti yang dilihat sekarang ini iklan mereka dibintangi oleh salah satu artis terkenal yaitu Maudi Ayunda.
  •  -Zenius mungkin lebih populer di dunia online. Karena gua sering ngeliat tanggapan siswa yang sudah mengenal Zenius lebih didominasi para pengguna internet yang aktif di dunia maya.


6.    Kekurangan dan kelebihan keduanya

Quipper

Kekurangan : 

  1. Materi yang tersedia hanya terbatas, untuk SMP, SMA dan materi SBMPTN (untuk saat ini).
  2. Dari segi konten video,  terkadang tulisan di papan tulis kurang jelas terbaca saat penjelasan yang ditulis dengan ukuran kecil dan dengan materi sangat banyak, seperti saat penulisan materi Matematika, karena pengambilan gambar video hanya menggunakan satu kamera saja. Tapi, materi yang dijelaskan di dalam video sudah disiapkan dalam bentuk file PDF yang bisa didownload. Kualitas audio terkadang ada video  yang suaranya tidak terlalu besar, dan untuk memaksimalkan suara dari tutor yang menjelaskan harus menggunakan headshet atau headphone, agar audio terdengar lebih jelas.


Kelebihan :
  1. Materi disesuaikan dengan kurikulum yang berkembang di Indonesia.
  2. Video yang disajikan lebih interaktif karena siswa bisa melihat guru mengajar layaknya kelas beneran.
  3. Konten soal yang disajikan sangat menarik seperti bermain game, sehingga tidak membosankan. Dan saat menjawab soal menggunakan sistem poin, poin ini bisa dikumpulkan dan digunakan untuk mengganti background dari akun pengguna di Quipper. 
  4. Sering mengadakan kompetisi antar sekolah, seperti siswa terbaik yang selalu mendapatkan nilai yang maksimal saat mengerjakan tugas, dan banyak hadiah yang disajikan, seperti kaos Quipper bagi guru dan siswa, dll. Dan, kompetisi yang paling tinggi hadiahnya saat mengadakan Quipper Video Challenge, Quipper tak tanggung-tanggung memberikan hadiah puluhan juta rupiah untuk para pemenang, dan banyak lagi kompetisi lainnya yang diadakan.

Zenius
Kekurangan :
  1. Website masih tampilan standar dengan warna dominan hitam putih.
  2. Video yang disajikan masih berupa video penjelasan dengan menggunakan papan digital, sehingga interaksi antara siswa dengan guru kurang, karena tutor yang mengajar tidak terlihat.
Kelebihan :
  1. Materi disesuaikan dengan kurikulum yang berkembang di Indonesia.
  2. Materi yang disajikan sangat lengkap mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan materi SBMPTN.
  3. Materi video jelas banget, karena menggunakan papan digital, sehingga tulisan pada materi pelajaran yang disampaikan bisa terbaca dengan baik dan materinya lebih mengedepankan konsepnya.
  4. Kualitas audio atau suara narator yang menjelaskan materi terdengar sangat jelas dan menarik untuk disimak, tidak membosankan, dan mudah dipahami.

 Kesimpulan :

Perbedaan yang paling menonjol dari kedua startup belajar online ini adalah dari segi konten video yang disajikan. Jika Quipper menyajikan kegiatan belajar seperti kelas pada umumnya sedangkan Zenius hanya menyajikan pembelajaran menggunakan video penjelasan menggunakan papan digital. Dan menurut gua sih, gua lebih milih zenius karena zenius lebih menjelaskan tentang konsep pelajarannya, ga langsung to the point. Soalnya yah gua orangnya kalo belajar harus tau dasarnya dulu, baru kalo udah paham dasarnya, kedepannya bakal gampang pahaminnya.

Begitu deh kira-kira review dari gua. Pendapat tiap orang beda-beda kok, jadi kalo ada yang ga setuju sama pendapat gua yah komentar aja nanti gua tambahin di postingan gua. Kalo buat kalian yang pengen belajar online di antara quipper dan zenius, mungkin review gua ini bakalan berguna banget karna semuanya udah gua jelasin disini, dan kalian bebas pilih yang mana aja karena gua bukan orang tua kalian yang bakal bayarin bimbelnya wkwkwk...

Oke, sekian review dari gua. Doain yah semoga tugas gua diterima sama sang dosen dan paling bagus diantara temen-temen gua hehe. thankss~

Wassalamu'alaikum W.W

Rabu, 09 November 2016

Hasil Wawancara tentang Penggunaan IT di Perguruan Tinggi

Assalamu'alaikum W.W

Kali ini gua dapet tugas dari dosen disuruh wawancara orang tentang Penggunaan IT di perguruan Tinggi. *Easy ini mah*.
Tapi setelah gua pikir-pikir, disini (baca:Serpong) gua ga punya kenalan siapa-siapa sama orang IT, maklum gua perantau dari Cilegon ke Serpong untuk mencari ilmu dengan deadline seminggu.

So, gua langsung cabut ke Cilegon hari senin, tanggal 7 November kemaren buat nemuin orang IT karna lebih banyak kenalan disana. Gua langsung hubungin Mbak Lili buat jadi Narasumber tugas gua. Nama aslinya Lilianawati S.Kom. Perbincangan terjadi lewat sms akhirnya janjian di rumahnya di Jombang Kali, Cilegon.


Ini foto sama sang Narasumber
Oke langsung aja liat percakapan antara gua dengan sang narasumber    :


Saya     : Assalamu’alaikum Mbak, Mohon maaf saya ganggu sebentar buat di wawancara hehe.

Narasumber    : Iya gapapa kok gapapa de mumpung nganggur.

Saya     : Oke langsung aja yah Mbak. Yang pertama, menurut Mbak tentang penggunaan IT pada Perguruan tinggi?

Narasumber    : Yang Mbak tahu, kita harus tau dulu apa arti teknologi itu. Teknologi itu bisa dibilang alat yang membantu aktifitas sehari - hari khususnya dalam kehidupan manusia yang membuat pola pikir manusia berkembang dan lebih maju mengikuti zaman. Apalagi untuk di bidang pendidikan seperti di perguruan tinggi, para mahasiswa akan lebih mudah dan gampang memperoleh suatu informasi tinggal buka lewat internet.

Saya     : Oh, begitu Mbak. Trus, apakah peran dari penggunaan IT di perguruan tinggi?

Narasumber    : Duh de, kalo soal perannya kalo disebutin satu-satu banyak banget. Mbak kasih tau yang paling penting aja yah? Yang paling penting itu IT sangat membantu pada aktivitas pembelajaran. Bisa ngebayangin gak? Kalo jaman Mbak kuliah, dosen tuh cuma nerangin lewat buku trus murid-muridnya dengerin, itu buat yang dengerin, kalo yang gak dengerin dan ga ngerti? Yah udah itu paling nyari materi di perpustakaan haha. Sekarang mah enak, liat di internet juga bisa materinya. Trus dosen juga kalo ngasih materi bisa lewat infokus, jadi bisa dimengerti sama muridnya. Trus juga menurut mbak, anak-anak itu bakal ngerti sama pelajaran kalo ditunjukin lewat gambar yang jelas, kan bisa ditunjukin lewat infokus itu.

Saya     : Waduhh, Mbak bener juga tuh. Saya juga sebenernya ngerasa kalo lewat gambar itu pelajaran lebih bisa kebayang. Lanjut nih Mbak, apakah ada dampak positif dari penggunaan IT di perguruan tinggi itu?

Narasumber    : Hmm apayah, yang pasti materi pelajaran dan segala hal yang berhubungan dengan pendidikan bakalan lebih mudah buat diakses dan didapat. Sehingga akan membantu siswa dalam mengerjakan PR dan kalo ada tugas mendadak, pasti langsung nyari dari internet kan? Haha itu tuh yang paling utama dampak positifnya.

Saya     : Iyasih bener mbak dampak positifnya itu yang paling penting. Tapi saya mau Tanya lagi, kalo ada dampak positif, pasti ada juga kan dampak negatifnya? Kira-kira apa aja itu?

Narasumber    : Dampak negatifnya sih yang pasti bikin orang-orang jadi males nyari referensi soalnya kalo dari internet kan kalo udah nemu materinya pasti tinggal copy-paste ga bakalan di baca dulu. Sebelum internet dikenal, orang-orang kan pasti nyari referensinya di perpustakaan, sambil nyari di buku itukan kita baca-baca dulu, dengan baca itu kita seenggaknya bakal ada yang nyangkut di otak kita. Itu aja sih dampaknya soalnya yang menurut mbak keliatan jelas.

Saya     : Ternyata dari manfaatnya IT itu ada sisi negatifnya juga yah, Mbak? Hehe. Lalu, pasti ada cara untuk mengatasi dampak negatifnya kan? Kira-kira menurut Mbak bagaimana cara mengatasinya?

Narasumber    :  Solusinya yah sebenarnya kesadaran dari penggunanya itu sendiri mau apa tidak untuk menjauhkan diri dari sisi negatifnya itu. Kan pemerintah sebenarnya udah punya peraturan tentang IT, tapi yah orang-orang kebanyakan ngelanggar.

Saya     : Oalah, gitu yah,Mbak? Pertanyaan terakhir dari saya, apakah untuk kedepannya di setiap perguruan tinggi akan menemukan inovasi-inovasi baru dari penggunaan IT? Kalau ada, kira-kira kapan yah, Mbak?

Narasumber    : Pasti ada de, secara manusia di kodratkan sebagai makhluk yang tidak pernah puas, pasti akan selalu mencari cara untuk mempermudah pekerjaannya. Dan untuk kapan tercapainya itu, kita lihat aja nanti. Gak akan lama lagi kok inovasi-inovasi terbaru itu muncul.

Saya     : Oke, Mbak. Makasih banget nih Mbak udah mau saya wawancarain. Maaf juga nih udah ganggu waktunya bentar.

Narasumber    : Iya gapapa de, sama-sama yah hahaha.

Begitu isi percakapannya antara gua dan sang narasumber. Sedikit sih pertanyaannya tapi InsyaAllah mencakup semuanya.

Jadi, dari apa yang gua tanyakan ke narasumber itu bisa diambil sebuah kesimpulan, yaitu :


Dengan adanya teknologi informasi atau biasa disebut IT, diambil dari pengertian teknologinya yaitu sebuah alat pendukung untuk membantu aktivitas manusia sehari-hari sehingga mempermudah pekerjaan manusia sehari-hari.

Teknologi ini juga banyak perannya di bidang pendidikan terutama dalam sekolah dan perguruan tinggi. Teknologi disini merupakan alat penunjang dan sarana paling penting untuk para pelajar, karena adanya sebuah sarana(internet) untuk membantu segala kepentingannya. Tetapi, kita juga harus memperhatikan fasilitas-fasilitasnya yang ada, karena dengan fasilitas-fasilitas lengkap tersebut maka pelajar akan dengan mudah mendapatkan layanan tersebut. Karena apabila fasilitasnya itu kurang, maka pelajar akan sulit berkembang dengan teknologi yang ada

Dari teknologi tersebut, tentu memiliki sebuah dampak positif dan negatif.
Dampak positifnya terhadap penggunaan IT di perguruan tinggi adalah:

1. Semua komponen kampus dengan mudahnya mendapatkan informasi terbaru.
2. Mahasiswa dengan mudahnya mengerjakan tugas dengan mencari referensi lewat internet.
3. Pihak kampus akan mudah menangani berbagai aktivitas operasional dan administrasi.

Tidak hanya dampak positif, penggunaan IT di perguruan tinggi pun memiliki dampak negatifnya.
Dampak negatif terhadap penggunaan IT di perguruan tinggi adalah :

1. Membuat mahasiswa menjadi malas, karena tugas hanya menyalin dari internet tanpa dibaca terlebih dahulu.
2. Internet merupakan sebuah dunia nan luas, yang isinya tidak hanya yang baik-baik, tentunya memiliki isi yang berdampak buruk juga bagi manusia. Terutama mahasiswa bisa saja terlena dengan dunia internet sehingga lupa dengan dunia nyatanya.

Untuk mengatasi dari dampak buruk tersebut di perguruan tinggi, pemerintah sudah memiliki undang-undang tentang IT. Dan pihak kampus juga seharusnya memberikan penyuluhan terlebih dahulu mengenai penggunaan teknologi di kampus tersebut. Tetapi, dilihat dari kesadaran orang-orangnya sekali lagi, karena semuanya akan sia-sia apabila kesadaran penggunanya itu kurang.

Oke, sekian wawancara dan kesimpulan yang udah gua buat. Semoga sih tugas gua ini diterima dan dapet nilai A dari bu dosen hehe ^_^

Sekian dari gua, terima kasih.

Wassalamu’alaikum W.W